Langsung ke konten utama

Perubahan Tubuh Kala Hamil Per Bulannya

Akan lebih baik mencari tahu perkembangan dan perubahan yang akan dialami tubuh ibu kala hamil. Pengetahuan ini bisa digunakan ibu untuk mengantisipasi rasa pada tubuhnya dan mencari pencegahan atas ketidaknyamanan yang mungkin saja terjadi. Berikut adalah hal-hal yang umum terasa pada tubuh ibu hamil seperti diceritakan Erika Lenkert dalam bukunya, The Real Deal: Guide to Pregnancy :



Trimester Pertama (Minggu 1-13)

  • Bulan I
Hormon-hormon akan mulai "dimasak", mengubah banyak hal pada tubuh, mulai ayudara terasa lebih lembut dan membesar, tubuh terasa lelah, mual-muntah, serta mengidam.

  • Bulan II
Di minggu kelima, tubuh sudah membangun cairan pelindung di bagian kanal serviks untuk memastikan plasenta tempat tinggal si embrio berada dalam kondisi yang benar agar bisa tumbuh nyaman dan tenteram. Di masa-masa ini, ibu hamil akan merasa sering ke toilet untuk buang air kecil. Payudara makin terasa membesar serta bagian puting dan area kecoklatan/merah muda (areola) mulai membesar dan makin berwarna kecoklatan. Hingga minggu kesembilan, perut akan tumbuh sekitar sebesar buah melon. Sebaiknya ibu hamil di usia ini, yang mulai sering merasa kelelahan, sering beristirahat.

  • Bulan III
Sebagian wanita hingga usia kandungan ini bahkan tidak merasakan masalah apa pun. Namun, sebagian besar lainnya akan merasa sedikit pening, kepala ringan, dan mood swing yang sangat berat. Di pertengahan bulan ketiga, tubuh akan terus-menerus mengirimkan suplai darah dan akhirnya menciptakan apa yang dinamakan "cantiknya ibu hamil". Selain itu, berkat faktor hormon kehamilan, Anda mungkin juga akan melihat adanya "aksesori" pada wajah berwarna kemerahan yang gatal, alias jerawat.

 

Trimester Kedua (Minggu 14-26)
 

  • Bulan IV
Di bulan ini, si jagoan atau si putri kecil akan mulai memberi tanda-tanda kehidupan di dalam Anda. Ia akan mulai menendang, mencolek, atau lainnya. Jangan khawatir jika ia belum menunjukkan tanda-tanda ini karena ia mungkin masih ingin bersantai dan baru mau melakukannya di bulan depan. Bagian payudara Anda pun akan terasa makin membesar. Jika belum bersiap mencari sokongan (bra) yang berukuran tepat, sekaranglah saatnya.

  • Bulan V
Di bulan ini, tergantung pada perkembangan si bayi, kulit pada perut akan mulai terasa gatal karena kulit meregang. Puting payudara akan mulai terlihat membesar. Di usia kandungan ini, meski Anda bermalas-malasan dan tidak melakukan banyak hal, jantung Anda terus memompa darah ke uterus. Anda mungkin akan merasakan punggung sakit, kram kaki, dan mungkin terlihat guratan pembuluh pada betis. Ada pula perasaan ingin buang air kecil cukup sering.

  • Bulan VI
Anda mungkin akan merasakan punggung sakit dan rahim membesar sehingga ligamen pendukungnya terasa sakit. Setelah sekian lama berdiri, Anda akan melihat bahwa pergelangan kaki Anda mulai membesar dan terlihat sebesar betis Anda.

 

Trimester Ketiga (Minggu 27-40)
 

  • Bulan VII
Di usia kandungan ini, Anda akan memasuki wilayah guratan putih pada perut. Akan mulai terlihat guratan-guratan pada perut. Di usia kandungan ini, beberapa orang merasakan adanya kontraksi yang dinamakan Braxton-Hicks, yakni kontraksi perlahan, tak terlalu sakit, dan alarm salah untuk persalinan. Jika intervalnya tidak dalam 5 jam, si kecil baik-baik saja. Jika belum yakin, bisa bertanya kepada dokter Anda. Selain itu, di usia kandungan ini pun akan mulai terasa sembelit yang tak mengenakkan.

  • Bulan VIII
Di usia kandungan ini, beberapa ibu akan merasakan adanya tetesan kolostrum keluar dari puting payudara. Anda juga mungkin akan mulai merasakan kontraksi yang hebat. Saat ini, tubuh juga sudah mulai membagi ruang oksigen pada paru-paru dengan si bayi sehingga si ibu mungkin akan merasa terengah-engah saat bernapas.

  • Bulan IX
Jangan kaget jika Anda mulai melihat pusar Anda mulai mencuat. Bersiap pula untuk melihat bagian bibir area V Anda membesar, yang artinya ia siap menyambut si bayi dengan memberi jalan yang lembut.


Editor: Nadia Felicia
Source : Female.Kompas.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Nutrisi untuk Rambut dan Kuku Sehat

Rambut dan kuku yang sehat tidak bisa didapatkan hanya dengan perawatan dari luar, seperti creambath, memakai shampo dan kondisioner atau manikur dan pedikur. Untuk memperoleh rambut dan kuku yang sehat, Anda juga harus merawatnya dari dalam. Cukupi asupan lima nutrisi ini setiap hari agar rambut sehat dan berkilau, serta kuku menjadi kuat. 1. Biotin / Vitamin H. Biotin, atau yang lebih dikenal dengan vitamin H bisa memperbaiki kondisi rambut bercabang dan menipis, sekaligus menguatkan kuku yang mudah rapuh. Dikutip dari Woman's Day, Nina Dibona, konsultan diet dan nutrisionis di salah satu klub olahraga di Boston menjelaskan, "Kekurangan biotin bisa mengakibatkan rambut rapuh dan pecah-pecah, juga kerontokan." Rajin-rajinlah mengonsumsi pisang, kacang-kacangan, kembang kol, telur dan salmon untuk mencukupi kebutuhan biotin setiap hari. 2. Asam Lemak Omega-3. Agar rambut berkilau, konsumsi lebih banyak omega-3 dalam diet Anda. Omega-3 membantu menyehatkan ku...

7 Tips Rawat Bulu Mata Agar Tidak Rontok

Bulu mata yang indah dan sehat dapat mempercantik penampilan wajah secara keseluruhan. Namun masalah yang sering terjadi, bulu mata mudah mengalami kerontokan. Apa penyebab bulu mata rontok dan bagaimana cara mengatasinya? Dr. Gitalisa Andayani SpM, seorang ahli mata, yang ditemui saat acara L'Oreal di Plaza Kuningan, Jakarta menjelaskan, ada tiga hal menjadi penyebab gangguan pada bulu mata. Gangguan itu terdiri dari 3H. Pertama adalah 'Health', bulu mata bermasalah karena faktor kesehatan. Obat dan terapi penyembuhan kanker juga dapat mengganggu kesehatan bulu mata. Kedua, 'Habit'. Yaitu kebiasaan mengucek mata dan tidak membersihkan make-up juga mempengaruhi kondisi bulu mata. Sedangkan yang ketiga adalah 'Hormonal changes'. Perubahan hormon karena stres berlebihan dan melahirkan juga dapat membuat bulu mata lebih rapuh. Untuk bulu mata indah dan sehat, diperlukan cara tersendiri untuk merawatnya, yaitu dengan tujuh langkah berikut ini : Jagal...

Apa Jadinya Bila Memakai Hak Tinggi Saat Hamil ?

Ketika kehamilan telah menginjak trimester ketiga, amankah mengenakan sepatu berhak tinggi? Sebab kadangkala kita tidak dapat menghindar ketika harus menghadiri acara-acara resmi, sehingga mengenakan gaun dan sepatu berhak tinggi adalah pilihan yang biasa dipilih orang. Namun, jurnal Society of Chiropodists and Podiatrists (SCP) edisi Juni 2010 mengeluarkan peringatan untuk semua ibu hamil agar menghindari pemakaian sepatu hak tinggi. Sepatu yang haknya terlalu tinggi bisa menimbulkan masalah bagi ibu dan bayinya "Hak yang tinggi mengubah postur Anda, memendekkan otot-otot betis, dan memberikan tekanan tambahan pada punggung dan lutut Anda," ujar ahli penyakit kaki Lorraine Jones pada BBC. "Pada saat hamil, hak tinggi akan menempatkan tekanan ekstra pada sendi-sendi yang sudah tegang, yang akhirnya menyebabkan serangkaian masalah kaki, telapak, dan punggung." Sepatu hak tinggi, bahkan yang bersol tebal, sebaiknya juga tidak digunakan, demikian menurut Jennif...