Langsung ke konten utama

Pilih Jaket Sesuai Bentuk Tubuh

Jaket atau blazer bisa membuat penampilan terlihat berbeda. Tetapi, jika Anda memilih model jaket yang salah, justru penampilan akan terlihat aneh. Untuk itu sesuaikan model jaket dengan bentuk tubuh Anda.
  • Tubuh berisi
Pilih yang berpotongan agak fit dan memfokuskan pada garis pinggul untuk menonjolkan lekukan tubuh. Anda juga bisa menggunakan belt untuk memperlihatkan lekukan. Hindari jaket yang penuh detail di bagian leher, karena akan membuat Anda terlihat lebih pendek. Untuk model pilih yang sederhana dan anggun.
  • Bahu sempit
Jaket yang pas untuk bahu sempit adalah memiliki kerah. Anda bisa bisa menaikan kerah untuk mendapatkan kesan seksi. Hindari jaket yang lengannya bermodel jatuh, karena akan membuat bahu sempit makin menonjol. Untuk model, pilih yang penuh struktur, tambahan busa di bahu bisa juga dilakukan.
  • Tomboy
Untuk Anda yang memiliki bentuk tubuh seperti pria, pilih jaket yang fit di tubuh, jangan terlalu besar. Panjangnya usahakan menutupi setengah bokong. Pilihan terbaik adalah dengan menggunakan belt. Hindari jaket berpotongan kotak atau penuh struktur.
  • Bahu lebar
Jaket yang panjang berbahan lembut dan tidak memiliki struktur adalah pilihan yang tepat. Ini bisa mengurangi kesan lebar pada bahu Anda. Hindari jaket yang penuh detail di sekitar bahu.
  • Dada kecil
Coba jaket dengan detail berkancing dua atau lebih. Atau, Anda bisa pilih yang detailnya dengan ikatan di bagian pinggang. Jaket model kusut dengan panjang di bawah pinggang juga pas untuk Anda.
  • Tubuh pendek
Pilih jaket yang pendek, simpel dan pas di tubuh. Hindari jaket panjang penuh detail karena akan membuat tubuh justru terlihat lebih pendek.

Source : Vivanews.com 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Nutrisi untuk Rambut dan Kuku Sehat

Rambut dan kuku yang sehat tidak bisa didapatkan hanya dengan perawatan dari luar, seperti creambath, memakai shampo dan kondisioner atau manikur dan pedikur. Untuk memperoleh rambut dan kuku yang sehat, Anda juga harus merawatnya dari dalam. Cukupi asupan lima nutrisi ini setiap hari agar rambut sehat dan berkilau, serta kuku menjadi kuat. 1. Biotin / Vitamin H. Biotin, atau yang lebih dikenal dengan vitamin H bisa memperbaiki kondisi rambut bercabang dan menipis, sekaligus menguatkan kuku yang mudah rapuh. Dikutip dari Woman's Day, Nina Dibona, konsultan diet dan nutrisionis di salah satu klub olahraga di Boston menjelaskan, "Kekurangan biotin bisa mengakibatkan rambut rapuh dan pecah-pecah, juga kerontokan." Rajin-rajinlah mengonsumsi pisang, kacang-kacangan, kembang kol, telur dan salmon untuk mencukupi kebutuhan biotin setiap hari. 2. Asam Lemak Omega-3. Agar rambut berkilau, konsumsi lebih banyak omega-3 dalam diet Anda. Omega-3 membantu menyehatkan ku...

7 Tips Rawat Bulu Mata Agar Tidak Rontok

Bulu mata yang indah dan sehat dapat mempercantik penampilan wajah secara keseluruhan. Namun masalah yang sering terjadi, bulu mata mudah mengalami kerontokan. Apa penyebab bulu mata rontok dan bagaimana cara mengatasinya? Dr. Gitalisa Andayani SpM, seorang ahli mata, yang ditemui saat acara L'Oreal di Plaza Kuningan, Jakarta menjelaskan, ada tiga hal menjadi penyebab gangguan pada bulu mata. Gangguan itu terdiri dari 3H. Pertama adalah 'Health', bulu mata bermasalah karena faktor kesehatan. Obat dan terapi penyembuhan kanker juga dapat mengganggu kesehatan bulu mata. Kedua, 'Habit'. Yaitu kebiasaan mengucek mata dan tidak membersihkan make-up juga mempengaruhi kondisi bulu mata. Sedangkan yang ketiga adalah 'Hormonal changes'. Perubahan hormon karena stres berlebihan dan melahirkan juga dapat membuat bulu mata lebih rapuh. Untuk bulu mata indah dan sehat, diperlukan cara tersendiri untuk merawatnya, yaitu dengan tujuh langkah berikut ini : Jagal...

Apa Jadinya Bila Memakai Hak Tinggi Saat Hamil ?

Ketika kehamilan telah menginjak trimester ketiga, amankah mengenakan sepatu berhak tinggi? Sebab kadangkala kita tidak dapat menghindar ketika harus menghadiri acara-acara resmi, sehingga mengenakan gaun dan sepatu berhak tinggi adalah pilihan yang biasa dipilih orang. Namun, jurnal Society of Chiropodists and Podiatrists (SCP) edisi Juni 2010 mengeluarkan peringatan untuk semua ibu hamil agar menghindari pemakaian sepatu hak tinggi. Sepatu yang haknya terlalu tinggi bisa menimbulkan masalah bagi ibu dan bayinya "Hak yang tinggi mengubah postur Anda, memendekkan otot-otot betis, dan memberikan tekanan tambahan pada punggung dan lutut Anda," ujar ahli penyakit kaki Lorraine Jones pada BBC. "Pada saat hamil, hak tinggi akan menempatkan tekanan ekstra pada sendi-sendi yang sudah tegang, yang akhirnya menyebabkan serangkaian masalah kaki, telapak, dan punggung." Sepatu hak tinggi, bahkan yang bersol tebal, sebaiknya juga tidak digunakan, demikian menurut Jennif...