Langsung ke konten utama

Bahayanya Tidak Aktif Secara Fisik

 

Menghabiskan waktu lama dengan duduk untuk bekerja, atau berbaring di luar waktu tidur untuk menonton televisi atau bersantai, adalah sejumlah tanda level aktivitas fisik yang rendah. Kebiasaan ini membuat pembakaran energi tidak lebih dari 1,5 kali pembakaran energi saat beristirahat. Bahayanya, orang yang tidak aktif fisik mudah terkena penyakit dan metabolisme menurun.

Nano Oerip, Fitness Training Manager dari Fitness First, mengatakan bahwa masyarakat kita terlalu santai, tidak banyak bergerak, tapi lebih banyak stres. Fisik yang tak aktif menyebabkan penumpukan kalori, yang jika dibiarkan akan memicu obesitas.

"Kondisi ini dibiarkan satu tahun, hingga tiga tahun tak terasa, akhirnya obesitas," katanya dalam temu media di Fitness First Platinum Senayan City, Jakarta, Rabu (23/2/2011).

Tidak aktif secara fisik berbahaya bagi tubuh, bahkan menjadi penyebab kematian di bawah usia 60 tahun. Sejumlah penelitian menyebutkan bahayanya :


  • Semakin lama orang duduk, semakin pendek usia harapan hidup mereka. American Cancer Society, dalam Jurnal Epidemilogi Amerika menyebutkan, 94 persen wanita dan 48 persen pria menghabiskan waktu dengan duduk atau tidak aktif lebih dari enam jam sehari. Risikonya mereka meninggal lebih cepat dari mereka yang tidak aktif dan duduk kurang dari tiga jam sehari. 
  • Duduk terlalu lama membuat tubuh mulai mematikan fungsi level metabolisme. Marc Hamilton, PhD, profesor bidang ilmu biomedical di University of Missouri mengatakan, saat otot-otot (terutama otot besar untuk bergerak seperti otot kaki) menjadi tidak bergerak maka sirkulasi akan melambat dan tubuh akan membakar kalori lebih sedikit.
  • Duduk terlalu lama membahayakan kesehatan postur dan tulang belakang.
  • Duduk seharian menurunkan aktivitas enzim yang bertugas memecah lemak sebanyak 50 persen.
Semoga bermanfaat.

Editor : Dini
Source : http://female.kompas.com/read/2011/02/23/16371363/bahayanya.tidak.aktif.secara.fisik

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Nutrisi untuk Rambut dan Kuku Sehat

Rambut dan kuku yang sehat tidak bisa didapatkan hanya dengan perawatan dari luar, seperti creambath, memakai shampo dan kondisioner atau manikur dan pedikur. Untuk memperoleh rambut dan kuku yang sehat, Anda juga harus merawatnya dari dalam. Cukupi asupan lima nutrisi ini setiap hari agar rambut sehat dan berkilau, serta kuku menjadi kuat. 1. Biotin / Vitamin H. Biotin, atau yang lebih dikenal dengan vitamin H bisa memperbaiki kondisi rambut bercabang dan menipis, sekaligus menguatkan kuku yang mudah rapuh. Dikutip dari Woman's Day, Nina Dibona, konsultan diet dan nutrisionis di salah satu klub olahraga di Boston menjelaskan, "Kekurangan biotin bisa mengakibatkan rambut rapuh dan pecah-pecah, juga kerontokan." Rajin-rajinlah mengonsumsi pisang, kacang-kacangan, kembang kol, telur dan salmon untuk mencukupi kebutuhan biotin setiap hari. 2. Asam Lemak Omega-3. Agar rambut berkilau, konsumsi lebih banyak omega-3 dalam diet Anda. Omega-3 membantu menyehatkan ku...

7 Tips Rawat Bulu Mata Agar Tidak Rontok

Bulu mata yang indah dan sehat dapat mempercantik penampilan wajah secara keseluruhan. Namun masalah yang sering terjadi, bulu mata mudah mengalami kerontokan. Apa penyebab bulu mata rontok dan bagaimana cara mengatasinya? Dr. Gitalisa Andayani SpM, seorang ahli mata, yang ditemui saat acara L'Oreal di Plaza Kuningan, Jakarta menjelaskan, ada tiga hal menjadi penyebab gangguan pada bulu mata. Gangguan itu terdiri dari 3H. Pertama adalah 'Health', bulu mata bermasalah karena faktor kesehatan. Obat dan terapi penyembuhan kanker juga dapat mengganggu kesehatan bulu mata. Kedua, 'Habit'. Yaitu kebiasaan mengucek mata dan tidak membersihkan make-up juga mempengaruhi kondisi bulu mata. Sedangkan yang ketiga adalah 'Hormonal changes'. Perubahan hormon karena stres berlebihan dan melahirkan juga dapat membuat bulu mata lebih rapuh. Untuk bulu mata indah dan sehat, diperlukan cara tersendiri untuk merawatnya, yaitu dengan tujuh langkah berikut ini : Jagal...

Apa Jadinya Bila Memakai Hak Tinggi Saat Hamil ?

Ketika kehamilan telah menginjak trimester ketiga, amankah mengenakan sepatu berhak tinggi? Sebab kadangkala kita tidak dapat menghindar ketika harus menghadiri acara-acara resmi, sehingga mengenakan gaun dan sepatu berhak tinggi adalah pilihan yang biasa dipilih orang. Namun, jurnal Society of Chiropodists and Podiatrists (SCP) edisi Juni 2010 mengeluarkan peringatan untuk semua ibu hamil agar menghindari pemakaian sepatu hak tinggi. Sepatu yang haknya terlalu tinggi bisa menimbulkan masalah bagi ibu dan bayinya "Hak yang tinggi mengubah postur Anda, memendekkan otot-otot betis, dan memberikan tekanan tambahan pada punggung dan lutut Anda," ujar ahli penyakit kaki Lorraine Jones pada BBC. "Pada saat hamil, hak tinggi akan menempatkan tekanan ekstra pada sendi-sendi yang sudah tegang, yang akhirnya menyebabkan serangkaian masalah kaki, telapak, dan punggung." Sepatu hak tinggi, bahkan yang bersol tebal, sebaiknya juga tidak digunakan, demikian menurut Jennif...