Langsung ke konten utama

Pinggang Susut meski Berat Badan Tetap



Mulai resah karena timbangan seperti mentok di angka 62 kg atau 58 kg? Padahal, angka itu sudah Anda lihat sejak enam bulan lalu? Hm... jangan terburu-buru mengambil keputusan untuk berhenti berdie, atau berhenti berolahraga. Sebab, berat badan tidak selalu menjadi patokan untuk mengukur turunnya berat badan.

Otot ternyata lebih berat daripada lemak. Jadi jika Anda meningkatkan massa otot melalui latihan, mungkin saja bentuk tubuh Anda yang menyusut, tanpa menurunkan berat badan secara keseluruhan, demikian menurut Council on Physical Fitness and Sports. Otot tidak menggantikan lemak di dalam tubuh sehingga Anda bisa memiliki otot dan lemak pada waktu yang sama.

Untuk meningkatkan massa otot sekaligus mengurangi lemak pada tubuh, Anda perlu menjalankan pola latihan dan diet yang tepat. Bila upaya yang Anda lakukan tidak menampakkan hasil sama sekali, kemungkinan Anda belum memilih metode penurunan berat badan yang tepat. Bisa jadi latihan kekuatan, aerobik, dan pola makan yang Anda lakukan bukan merupakan kombinasi yang tepat. Ketiga elemen itu dibutuhkan untuk mendapatkan tingkat kebugaran yang optimal. Bagaimana cara mengetahui metode yang tepat untuk Anda, bisa Anda diskusikan dengan dokter atau pelatih kebugaran Anda.

Yang perlu Anda ketahui, kadang-kadang angka di timbangan itu juga menyesatkan. Menurut MayoClinic.com, kehilangan berat badan dengan cepat bisa saja menunjukkan hilangnya berat air, atau bahkan jaringan ramping, dan bukannya lemak yang berusaha Anda singkirkan. Dengan metode penurunan berat badan yang sehat, kilogram akan berkurang secara perlahan sehingga Anda tidak langsung melihatnya di angka timbangan.

Kemudian, perlu Anda ingat juga, kalau berat Anda turun tanpa olahraga, Anda juga akan kehilangan lemak sekaligus otot, demikian menurut Natalie Digate Muth dari American Council on Exercise. Tanpa latihan kekuatan, aerobik, dan pola makan yang seimbang, "Duapuluh lima persen tiap berat badan yang Anda hilangkan berasal dari otot pembakaran kalori," katanya. Muth juga menjelaskan bahwa Anda sebaiknya menargetkan untuk menghilangkan satu persen lemak tubuh secara total setiap bulan.


Semoga bermanfaat.


Editor : Dini
Source : http://female.kompas.com/read/2011/03/14/11202398/pinggang.susut.meski.berat.badan.tetap

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Nutrisi untuk Rambut dan Kuku Sehat

Rambut dan kuku yang sehat tidak bisa didapatkan hanya dengan perawatan dari luar, seperti creambath, memakai shampo dan kondisioner atau manikur dan pedikur. Untuk memperoleh rambut dan kuku yang sehat, Anda juga harus merawatnya dari dalam. Cukupi asupan lima nutrisi ini setiap hari agar rambut sehat dan berkilau, serta kuku menjadi kuat. 1. Biotin / Vitamin H. Biotin, atau yang lebih dikenal dengan vitamin H bisa memperbaiki kondisi rambut bercabang dan menipis, sekaligus menguatkan kuku yang mudah rapuh. Dikutip dari Woman's Day, Nina Dibona, konsultan diet dan nutrisionis di salah satu klub olahraga di Boston menjelaskan, "Kekurangan biotin bisa mengakibatkan rambut rapuh dan pecah-pecah, juga kerontokan." Rajin-rajinlah mengonsumsi pisang, kacang-kacangan, kembang kol, telur dan salmon untuk mencukupi kebutuhan biotin setiap hari. 2. Asam Lemak Omega-3. Agar rambut berkilau, konsumsi lebih banyak omega-3 dalam diet Anda. Omega-3 membantu menyehatkan ku...

7 Tips Rawat Bulu Mata Agar Tidak Rontok

Bulu mata yang indah dan sehat dapat mempercantik penampilan wajah secara keseluruhan. Namun masalah yang sering terjadi, bulu mata mudah mengalami kerontokan. Apa penyebab bulu mata rontok dan bagaimana cara mengatasinya? Dr. Gitalisa Andayani SpM, seorang ahli mata, yang ditemui saat acara L'Oreal di Plaza Kuningan, Jakarta menjelaskan, ada tiga hal menjadi penyebab gangguan pada bulu mata. Gangguan itu terdiri dari 3H. Pertama adalah 'Health', bulu mata bermasalah karena faktor kesehatan. Obat dan terapi penyembuhan kanker juga dapat mengganggu kesehatan bulu mata. Kedua, 'Habit'. Yaitu kebiasaan mengucek mata dan tidak membersihkan make-up juga mempengaruhi kondisi bulu mata. Sedangkan yang ketiga adalah 'Hormonal changes'. Perubahan hormon karena stres berlebihan dan melahirkan juga dapat membuat bulu mata lebih rapuh. Untuk bulu mata indah dan sehat, diperlukan cara tersendiri untuk merawatnya, yaitu dengan tujuh langkah berikut ini : Jagal...

Apa Jadinya Bila Memakai Hak Tinggi Saat Hamil ?

Ketika kehamilan telah menginjak trimester ketiga, amankah mengenakan sepatu berhak tinggi? Sebab kadangkala kita tidak dapat menghindar ketika harus menghadiri acara-acara resmi, sehingga mengenakan gaun dan sepatu berhak tinggi adalah pilihan yang biasa dipilih orang. Namun, jurnal Society of Chiropodists and Podiatrists (SCP) edisi Juni 2010 mengeluarkan peringatan untuk semua ibu hamil agar menghindari pemakaian sepatu hak tinggi. Sepatu yang haknya terlalu tinggi bisa menimbulkan masalah bagi ibu dan bayinya "Hak yang tinggi mengubah postur Anda, memendekkan otot-otot betis, dan memberikan tekanan tambahan pada punggung dan lutut Anda," ujar ahli penyakit kaki Lorraine Jones pada BBC. "Pada saat hamil, hak tinggi akan menempatkan tekanan ekstra pada sendi-sendi yang sudah tegang, yang akhirnya menyebabkan serangkaian masalah kaki, telapak, dan punggung." Sepatu hak tinggi, bahkan yang bersol tebal, sebaiknya juga tidak digunakan, demikian menurut Jennif...