Langsung ke konten utama

4 Kebiasaan yang Merusak Kulit



Anda sudah rajin mengoleskan pelembab, memakai masker juga rutin pergi ke klinik kecantikan. Tapi kenapa kulit masih saja kusam, berjerawat dan tampak menua? Bisa jadi karena kebiasaan Anda yang buruk.

Apa saja kebiasaan yang bisa menimbulkan kerusakan kulit? Cari tahu jawabannya di bawah ini agar Anda bisa menghindarinya.

1. Tidak Bersihkan Make-up di Malam Hari

Berkutat dengan kemacetan lalu lintas dan mengerjakan tugas di kantor yang menumpuk mungkin jadi aktivitas Anda setiap hari. Lelah? Sudah pasti. Tapi bukan berarti Anda bisa melewatkan malam tanpa membersihkan make-up dan debu dari kulit. Mungkin Anda berpikir, tidak masalah jika tidur dengan make-up masih menempel. Toh, esok paginya juga akan dibersihkan lagi.

Tapi, kebiasaan ini bisa menimbulkan kerusakan serius pada kulit Anda, terutama bila memiliki kulit yang mudah bermasalah. Misalnya mudah jerawatan, timbul komedo atau wajah kering.

"Kalau kulit Anda mudah berjerawat, berarti Anda merusak kulit sendiri. Malam hari adalah saatnya kulit memperbaikin jaringannya sendiri. Sisa make-up dan kotoran bisa menyumbat pori dan mengganggu proses regenerasi kulit," ujar dermatologis Dr. Debta Jailman, seperti dikutip dari msn.

Bila Anda memang terlalu lelah untuk membersihkan wajah, bisa menggunakan tisu basah pembersih make-up atau pembersih sekaligus penyegar dalam satu kemasan. Meskipun cara ini kurang maksimal mengangkat minyak dan kotoran, setidaknya tidak membuat pori tersumbat. Cara terbaik adalah mencuci dengan sabun muka atau gunakan cleansing oil.

2. Pengelupasan Kulit yang Berlebihan
Pengelupasan atau eksfoliasi memang berfungsi meluruhkan sel-sel kulit mati sehingga wajah jadi lebih segar dan bercahaya. Tapi jangan lakukan terlalu sering. Eksfoliasi yang berlebihan justru bisa melukai kulit dan membuatnya kehilangan kelembaban alami.

"Setelah eksfoliasi, kulit akan lebih sensitif terhadap sinar matahari. Melakukannya terlalu sering, bisa berbahaya bagi kulit," jelas Debta.

Eksfoliasi sebaiknya dilakukan maksimal dua kali seminggu. Tapi bila Anda tinggal di daerah yang dingin, cukup lakukan satu kali seminggu. Jangan lupa oleskan pelembab setelahnya.

3. Pakai Pelembab Terlalu Banyak
Mengoleskan pelembab adalah perawatan kulit yang paling penting dan tidak boleh terlewatkan. Tapi jika pengolesannya terlalu tebal, justru bisa menimbulkan jerawat. Bahkan bisa menyebabkan milia, yaitu bercak putih yang terbentuk karena sel kulit mati yang tidak mampu keluar dari kulit.

Untuk mencegahnya, pilih pelembab dengan formula ringan seperti lotion atau gel. Oleskan tipis-tipis, atau secukupnya tergantung kebutuhan kulit.

4. Kurang Tidur

Anda bisa memakai perawatan wajah dan make-up termahal di dunia demi dapatkan kulit cantik. Tapi sekeras apapun usaha Anda bila tidak diikuti dengan tidur yang cukup, akan sia-sia.

"Kalau Anda kurang tidur, kulit tidak akan cantik maksimal," kata Debta.

Tidur berkualitas selama delapan jam akan membuat kulit rileks dan lebih mudah bernafas. Sehingga proses regenerasi kulit pun bisa lebih lancar dan menghasilkan kulit yang bertambah indah setiap Anda bangun esok paginya.


Semoga bermanfaat.



Writer : Hestianingsih
Source : http://www.wolipop.com/read/2011/05/18/104058/1641461/234/4-kebiasaan-yang-merusak-kulit

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Nutrisi untuk Rambut dan Kuku Sehat

Rambut dan kuku yang sehat tidak bisa didapatkan hanya dengan perawatan dari luar, seperti creambath, memakai shampo dan kondisioner atau manikur dan pedikur. Untuk memperoleh rambut dan kuku yang sehat, Anda juga harus merawatnya dari dalam. Cukupi asupan lima nutrisi ini setiap hari agar rambut sehat dan berkilau, serta kuku menjadi kuat. 1. Biotin / Vitamin H. Biotin, atau yang lebih dikenal dengan vitamin H bisa memperbaiki kondisi rambut bercabang dan menipis, sekaligus menguatkan kuku yang mudah rapuh. Dikutip dari Woman's Day, Nina Dibona, konsultan diet dan nutrisionis di salah satu klub olahraga di Boston menjelaskan, "Kekurangan biotin bisa mengakibatkan rambut rapuh dan pecah-pecah, juga kerontokan." Rajin-rajinlah mengonsumsi pisang, kacang-kacangan, kembang kol, telur dan salmon untuk mencukupi kebutuhan biotin setiap hari. 2. Asam Lemak Omega-3. Agar rambut berkilau, konsumsi lebih banyak omega-3 dalam diet Anda. Omega-3 membantu menyehatkan ku...

7 Tips Rawat Bulu Mata Agar Tidak Rontok

Bulu mata yang indah dan sehat dapat mempercantik penampilan wajah secara keseluruhan. Namun masalah yang sering terjadi, bulu mata mudah mengalami kerontokan. Apa penyebab bulu mata rontok dan bagaimana cara mengatasinya? Dr. Gitalisa Andayani SpM, seorang ahli mata, yang ditemui saat acara L'Oreal di Plaza Kuningan, Jakarta menjelaskan, ada tiga hal menjadi penyebab gangguan pada bulu mata. Gangguan itu terdiri dari 3H. Pertama adalah 'Health', bulu mata bermasalah karena faktor kesehatan. Obat dan terapi penyembuhan kanker juga dapat mengganggu kesehatan bulu mata. Kedua, 'Habit'. Yaitu kebiasaan mengucek mata dan tidak membersihkan make-up juga mempengaruhi kondisi bulu mata. Sedangkan yang ketiga adalah 'Hormonal changes'. Perubahan hormon karena stres berlebihan dan melahirkan juga dapat membuat bulu mata lebih rapuh. Untuk bulu mata indah dan sehat, diperlukan cara tersendiri untuk merawatnya, yaitu dengan tujuh langkah berikut ini : Jagal...

Apa Jadinya Bila Memakai Hak Tinggi Saat Hamil ?

Ketika kehamilan telah menginjak trimester ketiga, amankah mengenakan sepatu berhak tinggi? Sebab kadangkala kita tidak dapat menghindar ketika harus menghadiri acara-acara resmi, sehingga mengenakan gaun dan sepatu berhak tinggi adalah pilihan yang biasa dipilih orang. Namun, jurnal Society of Chiropodists and Podiatrists (SCP) edisi Juni 2010 mengeluarkan peringatan untuk semua ibu hamil agar menghindari pemakaian sepatu hak tinggi. Sepatu yang haknya terlalu tinggi bisa menimbulkan masalah bagi ibu dan bayinya "Hak yang tinggi mengubah postur Anda, memendekkan otot-otot betis, dan memberikan tekanan tambahan pada punggung dan lutut Anda," ujar ahli penyakit kaki Lorraine Jones pada BBC. "Pada saat hamil, hak tinggi akan menempatkan tekanan ekstra pada sendi-sendi yang sudah tegang, yang akhirnya menyebabkan serangkaian masalah kaki, telapak, dan punggung." Sepatu hak tinggi, bahkan yang bersol tebal, sebaiknya juga tidak digunakan, demikian menurut Jennif...