Langsung ke konten utama

Perawatan Facial Sesuai Jenis Kulit



Ingin punya kulit wajah mulus, bersih, dan bercahaya? Melakukan perawatan facial secara rutin di salon atau klinik kecantikan bisa menjadi salah satu kuncinya.

Tapi, sebelum buru-buru melangkahkan kaki ke salon ada baiknya mengenali terlebih dulu jenis kulit Anda. Sebab, jenis kulit yang berbeda membutuhkan perawatan facial yang berbeda pula.

  • Normal.
Pelihara kulit cantik Anda dengan membuatnya tetap segar bercahaya. Lakukan perawatan eksfoliasi kulit yang menggabungkan scrub dengan peeling kimia, diikuti dengan krim pelembap di malam hari. Jika tidak perlu, jangan biarkan facialist Anda memencet keluar komedo dari wajah karena dapat menyebabkan kulit merah dan berbekas.

  • Sensitif.
Facial bisa menyebabkan iritasi untuk kulit sensitif. Tetapi, jika Anda ingin menghindari kulit kusam dan tidak bercahaya, mintalah perawatan facial lembut yang disesuaikan tanpa eksfoliasi.

  • Kering dan menua.
Jika kulit Anda kering, pilih facial dengan masker pelembap atau perawatan asam hyalunoric. Selain itu, tidak ada salahnya melakukan mikrodermabrasi bulanan untuk membuat kulit tampak lima tahun lebih muda.

  • Berminyak dan berjerawat.
Lakukan perawatan facial bulanan komplet dengan ekstraksi bagi penderita jerawat. Menyingkirkan kotoran penyumbat pori sebelum muncul ke permukaan dapat mencegah timbulnya jerawat. Eksfoliasi adalah kuncinya. Tetapi, konsultasikan dulu langkah tersebut dengan ahli kulit Anda untuk mendapatkan perawatan terbaik. Sebab, mikrodermabrasi dikhawatirkan dapat membuat jerawat menyebar.


Semoga bermanfaat

Writer : yulia permatasari
Source : http://www.mediaindonesia.com/mediaperempuan/index.php/read/2011/05/05/5553/3/Perawatan-Facial-Sesuai-Jenis-Kulit

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Nutrisi untuk Rambut dan Kuku Sehat

Rambut dan kuku yang sehat tidak bisa didapatkan hanya dengan perawatan dari luar, seperti creambath, memakai shampo dan kondisioner atau manikur dan pedikur. Untuk memperoleh rambut dan kuku yang sehat, Anda juga harus merawatnya dari dalam. Cukupi asupan lima nutrisi ini setiap hari agar rambut sehat dan berkilau, serta kuku menjadi kuat. 1. Biotin / Vitamin H. Biotin, atau yang lebih dikenal dengan vitamin H bisa memperbaiki kondisi rambut bercabang dan menipis, sekaligus menguatkan kuku yang mudah rapuh. Dikutip dari Woman's Day, Nina Dibona, konsultan diet dan nutrisionis di salah satu klub olahraga di Boston menjelaskan, "Kekurangan biotin bisa mengakibatkan rambut rapuh dan pecah-pecah, juga kerontokan." Rajin-rajinlah mengonsumsi pisang, kacang-kacangan, kembang kol, telur dan salmon untuk mencukupi kebutuhan biotin setiap hari. 2. Asam Lemak Omega-3. Agar rambut berkilau, konsumsi lebih banyak omega-3 dalam diet Anda. Omega-3 membantu menyehatkan ku...

7 Tips Rawat Bulu Mata Agar Tidak Rontok

Bulu mata yang indah dan sehat dapat mempercantik penampilan wajah secara keseluruhan. Namun masalah yang sering terjadi, bulu mata mudah mengalami kerontokan. Apa penyebab bulu mata rontok dan bagaimana cara mengatasinya? Dr. Gitalisa Andayani SpM, seorang ahli mata, yang ditemui saat acara L'Oreal di Plaza Kuningan, Jakarta menjelaskan, ada tiga hal menjadi penyebab gangguan pada bulu mata. Gangguan itu terdiri dari 3H. Pertama adalah 'Health', bulu mata bermasalah karena faktor kesehatan. Obat dan terapi penyembuhan kanker juga dapat mengganggu kesehatan bulu mata. Kedua, 'Habit'. Yaitu kebiasaan mengucek mata dan tidak membersihkan make-up juga mempengaruhi kondisi bulu mata. Sedangkan yang ketiga adalah 'Hormonal changes'. Perubahan hormon karena stres berlebihan dan melahirkan juga dapat membuat bulu mata lebih rapuh. Untuk bulu mata indah dan sehat, diperlukan cara tersendiri untuk merawatnya, yaitu dengan tujuh langkah berikut ini : Jagal...

Apa Jadinya Bila Memakai Hak Tinggi Saat Hamil ?

Ketika kehamilan telah menginjak trimester ketiga, amankah mengenakan sepatu berhak tinggi? Sebab kadangkala kita tidak dapat menghindar ketika harus menghadiri acara-acara resmi, sehingga mengenakan gaun dan sepatu berhak tinggi adalah pilihan yang biasa dipilih orang. Namun, jurnal Society of Chiropodists and Podiatrists (SCP) edisi Juni 2010 mengeluarkan peringatan untuk semua ibu hamil agar menghindari pemakaian sepatu hak tinggi. Sepatu yang haknya terlalu tinggi bisa menimbulkan masalah bagi ibu dan bayinya "Hak yang tinggi mengubah postur Anda, memendekkan otot-otot betis, dan memberikan tekanan tambahan pada punggung dan lutut Anda," ujar ahli penyakit kaki Lorraine Jones pada BBC. "Pada saat hamil, hak tinggi akan menempatkan tekanan ekstra pada sendi-sendi yang sudah tegang, yang akhirnya menyebabkan serangkaian masalah kaki, telapak, dan punggung." Sepatu hak tinggi, bahkan yang bersol tebal, sebaiknya juga tidak digunakan, demikian menurut Jennif...